Resensi buku
Menyelami Makna Batin Al-Qur'an: Oase Spiritual di Tengah Kehidupan Modern
Muhammad Sabilal Zein
Penulis
Senin, 18 Mei 2026
2 minggu yang lalu
25 Views
Bagikan Artikel:
Identitas Buku
-
Judul Buku: Tafsir Tasawuf: Menyelami Makna Batin Al-Qur’an
-
Penulis: Dr. H. Hasani Ahmad Said, S.Th.I., M.A., CDAI.
-
Penerbit: Rajawali Pers PT RajaGrafindo Persada
-
Tahun Terbit: Cetakan Ke-1, Maret 2026
-
Tebal Buku: 208 Halaman
-
ISBN: 978-623-08-2168-4
Di tengah kehidupan modern yang sering kali dipenuhi kecenderungan materialistik dan rasionalistik, buku ini hadir menawarkan pendekatan spiritual dalam memahami agama. Kajian tafsir Al-Qur’an dalam tradisi Islam memang berkembang sangat luas, dan di antara berbagai corak tersebut, tafsir tasawuf menjadi salah satu pendekatan yang sangat unik. Melalui karya ini, penulis ingin menunjukkan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar kitab hukum dan bacaan ritual semata, tetapi juga sumber penyucian jiwa dan pembimbing perjalanan ruhani manusia menuju Allah.
Mengenal Penulis dan Alur Pembahasan
Buku ini lahir dari pemikiran Dr. H. Hasani Ahmad Said, seorang akademisi Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang fokus pada kajian tafsir dan tasawuf. Pengalaman akademik dan spiritual beliau yang pernah menempuh pendidikan pesantren dan Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ) sangat memengaruhi isi buku ini. Penulis mampu memadukan pendekatan ilmiah dengan nuansa spiritual, sehingga pembahasannya terasa mendalam sekaligus reflektif.
Disusun secara sistematis dan runtut, pembaca akan diajak membedah konsep dasar tafsir sufistik, mulai dari pengertian, sejarah perkembangan, hingga pandangan ulama. Bagian yang paling menarik adalah ketika penulis mengulas karya tokoh-tokoh besar sufi klasik seperti Tafsir Sahl al-Tustari, al-Qusyairi, Ruzbihan al-Baqli, hingga Ibnu ‘Arabi beserta metode dan karakteristiknya.
"Para sufi meyakini bahwa makna batin dapat dipahami melalui penyucian hati, kedekatan spiritual kepada Allah, serta pengalaman ruhani."
Keunggulan: Harmoni Akademik dan Spiritual
Kelebihan utama buku setebal 208 halaman ini terletak pada kemampuannya menggabungkan pendekatan akademik dan spiritual. Buku ini tidak hanya bersifat ilmiah, tetapi juga mengandung nilai reflektif dan spiritual. Selain itu, pembahasannya kaya akan referensi tokoh tafsir sufi, sehingga wawasan pembaca mengenai khazanah keilmuan Islam akan sangat diperluas.
Menariknya lagi, meskipun membahas tema yang berat, penulis menggunakan bahasa yang relatif mudah dipahami atau komunikatif. Pembahasan mengenai spiritualitas di dalamnya sangat relevan dengan kondisi masyarakat modern yang kerap mengalami krisis makna dan ketenangan batin.
Catatan Kritis bagi Pembaca
Meskipun sarat akan makna, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pembaca pemula mungkin akan mengalami sedikit kesulitan karena adanya istilah-istilah tasawuf yang cukup kompleks seperti dzauq, kasyf, tajalli, dan fana.
Beberapa pembahasan juga terasa cukup filosofis, teoritis, dan simbolis, sehingga membutuhkan konsentrasi lebih tinggi, terutama saat membedah pemikiran filosofis tokoh seperti Ibnu ‘Arabi. Selain itu, buku ini lebih cenderung teoritis dengan fokus pada sejarah dan metodologi, sehingga penerapan praktis nilai-nilai tasawuf dalam kehidupan sehari-hari masih belum banyak dibahas.
Kesimpulan Akhir
Secara keseluruhan, Tafsir Tasawuf: Menyelami Makna Batin Al-Qur’an adalah bacaan yang sangat baik dan layak dijadikan referensi bagi mahasiswa, akademisi, maupun masyarakat umum yang tertarik mempelajari tafsir sufistik. Buku ini menjadi sarana refleksi spiritual sekaligus pengingat bahwa dalam memahami Al-Qur’an, kita membutuhkan keseimbangan antara akal dan hati, antara ilmu dan spiritualitas.