Resensi buku

Resensi Buku: Menyelami Makna Batin Al-Qur'an di Tengah Keringnya Spiritualitas Modern

Penulis

Muhammad Syamil Rafii

Penulis

Senin, 18 Mei 2026

2 minggu yang lalu

37 Views

Resensi Buku: Menyelami Makna Batin Al-Qur'an di Tengah Keringnya Spiritualitas Modern

Bagikan Artikel:

dentitas Buku

  • Judul Buku: Tafsir Tasawuf: Menyelami Makna Batin Al-Qur'an

  • Penulis: Dr. H. Hasani Ahmad Said, S.Th.I., M.A., CDAI.

  • Penerbit: Rajawali Pers (Divisi Buku Perguruan Tinggi)

  • Tahun Terbit: 2026

  • Tebal: 208 Halaman

  • ISBN: 978-623-08-2168-4

Pendahuluan

Di tengah derasnya arus modernisasi, kajian terhadap Al-Qur’an sering kali lebih banyak diarahkan pada pendekatan rasional, ilmiah, dan formalistik yang berfokus pada aspek lahiriah (zahir) teks semata. Akibatnya, interaksi manusia modern dengan kitab suci kerap terasa kering, intelektualistik, dan kurang menghadirkan kedekatan emosional maupun ketenteraman batin.

Di tengah kondisi tersebut, buku Tafsir Tasawuf: Menyelami Makna Batin Al-Qur’an karya Hasani Ahmad Said hadir sebagai sebuah tawaran pemikiran yang menarik sekaligus menyejukkan. Buku ini berusaha menghidupkan kembali dimensi esoterik Al-Qur’an dengan menghadirkan pendekatan tafsir sufistik yang tidak berhenti pada makna literal teks.

Tentang Penulis dan Isi Buku

Buku ini lahir dari buah pemikiran seorang akademisi dan pakar tafsir Al-Qur’an yang aktif sebagai dosen tetap Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Secara sistematis, karya ini memetakan lanskap historis dan epistemologis dari tafsir sufi.

Pembaca diajak menyelami pemikiran tokoh-tokoh besar dalam dunia tafsir sufistik, mulai dari Sahl al-Tustari, al-Qusyairi, hingga Ibn 'Arabi. Melalui argumentasi ilmiah yang kuat, penulis menunjukkan bahwa tafsir sufistik bukanlah sebuah bentuk penyimpangan dari tradisi tafsir, melainkan sebuah perluasan horizon makna yang meneguhkan kemuliaan Al-Qur'an. Buku ini mengingatkan konsep al-Ghazali, bahwa ilmu zahir haruslah disertai dengan ilmu inti ('ilm al-lubab) yang lahir dari proses penyucian jiwa (tazkiyah).

Kelebihan dan Catatan Kritis

Kekuatan buku ini semakin terlihat melalui penggunaan referensi kitab-kitab turats sebagai sumber utama sehingga pembahasannya memiliki dasar akademik yang kuat. Buku ini juga berhasil memadukan pendekatan spiritual dan ilmiah secara seimbang.

Sebagai catatan kritis, buku ini memiliki kekurangan dari segi penyajian bahasa yang cukup berat bagi pembaca awam. Penulis banyak menggunakan istilah teknis keislaman serta kosakata khas dunia tasawuf yang tidak umum digunakan dalam percakapan sehari-hari. Kekurangan lainnya terletak pada pembahasan metode isyari yang cenderung memiliki tingkat subjektivitas tinggi, karena bertumpu pada pengalaman batin.

Kesimpulan

Sebagai penutup, karya ini merupakan buku akademik yang berhasil menghadirkan kajian tafsir sufistik secara mendalam, sistematis, dan bernilai spiritual. Meskipun ada beberapa kekurangan pada penggunaan bahasa dan potensi subjektivitas, hal tersebut tidak mengurangi nilai penting buku ini. Secara keseluruhan, buku ini sangat layak dibaca oleh mahasiswa, akademisi, maupun pembaca yang ingin mendalami tafsir tasawuf secara lebih kritis, mendalam, dan reflektif.

Lihat File Disini

Kembali ke daftar artikel
Tautan berhasil disalin!