Resensi buku

Resensi Buku: Menyelami Makna Batin Al-Qur'an di Tengah Krisis Spiritualitas Modern

Penulis

Ahmad Eko Satrio Welliyan

Penulis

Senin, 18 Mei 2026

2 minggu yang lalu

35 Views

Resensi Buku: Menyelami Makna Batin Al-Qur'an di Tengah Krisis Spiritualitas Modern

Bagikan Artikel:

Identitas Buku:

  • Judul: Tafsir Tasawuf: Menyelami Makna Batin Al-Qur’an

  • Penulis: Dr. H. Hasani Ahmad Said, S.Th.I., M.A., CDAI

  • Penerbit: PT. RajaGrafindo Persada (Rajawali Pers)

  • Tahun Terbit: Maret 2026

  • Tebal: 208 Halaman

Membaca teks suci seringkali dipahami sebatas menggali hukum atau rentetan sejarah. Padahal, ada lapisan-lapisan makna batin yang menanti untuk dijelajahi oleh nurani kita. Jika kamu pernah merasa kajian tafsir terasa terlalu kaku dan tekstual, buku Tafsir Tasawuf: Menyelami Makna Batin Al-Qur’an hadir menawarkan oase yang menyegarkan.

Karya setebal 208 halaman ini ditulis langsung oleh seorang pakar ilmu Al-Qur'an. Hasilnya? Sebuah bacaan yang tidak hanya bernilai spiritual tinggi, tetapi juga sangat kokoh dari sisi metodologi ilmiah.

Apa yang Ditawarkan Buku Ini?

Secara garis besar, buku terbitan Rajawali Pers ini mengajak kita menelusuri penafsiran Al-Qur'an melalui kacamata tasawuf (tafsir isyari). Kita akan diajak membedah sejarah perkembangannya dari era klasik hingga kontemporer, lengkap dengan metodologi dan landasan epistemologisnya.

Penulis memaparkan kontribusi tokoh-tokoh besar seperti Imam Al-Ghazali, Ibnu Arabi, hingga Al-Sulami dengan porsi yang proporsional. Di tengah krisis spiritualitas yang melanda masyarakat modern saat ini, buku ini membawa pesan penting: pendekatan batin Al-Qur'an sangat kita butuhkan sebagai penyeimbang laju kemajuan material.

"Buku ini membangkitkan kesadaran bahwa teks Al-Qur’an menyimpan lapisan-lapisan makna yang menanti untuk dijelajahi, dan bahwa penjelajahan itu membutuhkan perpaduan antara ilmu, kesungguhan, dan kejernihan nurani."

Keunggulan: Harmoni Antara Akademik dan Spiritual

Kekuatan utama dari karya ini terletak pada keberhasilannya mempertemukan dua dunia yang kerap berbenturan: objektivitas dunia akademik dan pengalaman personal di ranah spiritualitas. Di Indonesia, pencapaian seperti ini terbilang langka, karena karya tafsir seringkali bersifat tekstualis, sementara buku tasawuf pop kurang berpijak pada metode ilmiah.

Satu hal yang paling patut diapresiasi adalah bagaimana penulis menjaga prinsip keseimbangan (tawazun). Penulis tidak membiarkan tafsir batin meliar begitu saja, melainkan selalu mengikatnya erat kembali pada bingkai syariat dan norma ortodoksi Islam yang kokoh.

Catatan Kritis untuk Kesempurnaan

Meski sangat kaya makna, ulasan jujur tentu harus menyertakan beberapa catatan. Pertama, buku ini agaknya kurang "ramah" bagi pembaca pemula. Ada banyak istilah teknis tasawuf seperti tazkyah, fana, dan baqa yang digunakan secara bebas tanpa adanya glosarium yang memadai.

Selain itu, sangat disayangkan tradisi tasawuf Nusantara nyaris absen dari pembahasan. Tokoh-tokoh lokal berpengaruh seperti Hamzah Fansuri atau Syekh Yusuf al-Makassari tidak mendapatkan ruang, padahal buku ini diterbitkan dan diperuntukkan bagi pembaca di Indonesia. Terakhir, porsi pembahasan lebih didominasi oleh diskusi teoretis tokoh dibandingkan penyajian contoh konkret penerapan metode tafsir tersebut pada ayat-ayat Al-Qur'an.

Kesimpulan Akhir

Terlepas dari beberapa ruang untuk perbaikan, Tafsir Tasawuf: Menyelami Makna Batin Al-Qur’an adalah sebuah kontribusi ilmiah yang serius dan berbobot.

Buku ini sangat direkomendasikan bagi kamu para mahasiswa, akademisi, atau siapa pun yang ingin melangkah dari sekadar membaca teks menuju penghayatan makna yang paling hakiki. Sebuah literatur yang tepat untuk menemani perjalanan jiwamu menuju kesempurnaan spiritual.

Lihat File Disini

Kembali ke daftar artikel
Tautan berhasil disalin!