Berita

Sinergi Ilmu dan Adab: PAC IPNU-IPPNU Koja Gelar Diskursus Fiqih untuk Pelajar Era Modern

Penulis

Alvi Istiqomah

Penulis

Minggu, 10 Mei 2026

3 minggu yang lalu

107 Views

Sinergi Ilmu dan Adab: PAC IPNU-IPPNU Koja Gelar Diskursus Fiqih untuk Pelajar Era Modern

Bagikan Artikel:

JAKARTA UTARA – Upaya memperkuat fondasi keilmuan dan moralitas pelajar Nahdlatul Ulama kembali diwujudkan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Koja. Melalui majelis kajian Dars With IPNU IPPNU Koja, puluhan kader berkumpul di Musholla Al-Hikmah, Lagoa, Jakarta Utara, pada Sabtu malam (9/5/2026). Mengusung diskursus "Menata Hidup dengan Ilmu Fiqih, Menghiasi Jiwa dengan Adab dan Akhlaqul Karimah," agenda ini bukan sekadar rutinitas, melainkan manifestasi dari komitmen intelektual dan spiritual generasi muda NU.

Forum keilmuan ini dipandu secara interaktif oleh Rekan Abdul Mukti sebagai moderator, dengan menghadirkan Rois Syuriyah MWC NU Koja, KH. Muthsim Billah, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, KH. Muthsim menitikberatkan pada urgensi integrasi antara literasi fiqih dan implementasi adab dalam kehidupan sehari-hari.

Beliau memaparkan sebuah tesis fundamental: keilmuan yang tidak dibingkai dengan adab akan mereduksi keberkahan, sementara adab tanpa landasan ilmu akan mengaburkan orientasi dan arah hidup seseorang. Di tengah disrupsi nilai dan kompleksitas tantangan era modern, KH. Muthsim mengingatkan agar kader IPNU-IPPNU mampu memposisikan diri sebagai subjek perubahan yang tetap teguh memegang manhaj Ahlussunnah wal Jamaah. Penguasaan ilmu agama yang komprehensif, bila disinergikan dengan akhlaqul karimah, akan melahirkan generasi yang memiliki resiliensi sosial dan memberikan kemanfaatan konkret bagi masyarakat luas.

Dialektika yang terbangun selama kajian berlangsung sangat dinamis. Para peserta, yang merupakan anggota PAC IPNU Kecamatan Koja, secara proaktif mengelaborasi isu-isu krusial—mulai dari problematika kehidupan pelajar kontemporer, etika bermasyarakat, hingga strategi menjaga moralitas di era digital.

Kehadiran jajaran fungsionaris tingkat cabang turut mempertegas soliditas organisasi dalam kegiatan ini. Terlihat hadir membersamai forum, Ketua PC IPPNU Jakarta Utara Rekanita Rida Rigita, Sekretaris PC IPPNU Rekanita Zalwa, serta Sekretaris PC IPNU Rekan Patih Wijaya.

Lebih dari sekadar medium transfer pengetahuan, majelis ini juga menjadi ruang konsolidasi emosional untuk merajut ukhuwah antar-kader di wilayah Koja dan Jakarta Utara. Suasana kebersamaan semakin terasa pada sesi ramah tamah yang menjembatani komunikasi lintas generasi dan tingkatan kepengurusan.

Acara kemudian diparipurnakan dengan doa bersama dan pendokumentasian kegiatan. Melalui inisiatif Dars With IPNU IPPNU Koja ini, terselip harapan strategis agar diskursus mengenai fiqih dan adab tidak berhenti sebagai retorika di ruang diskusi. Lebih jauh, esensi kajian ini diharapkan mampu bertransformasi menjadi laku hidup, pembentuk karakter, dan fondasi pengabdian nyata kader pelajar NU bagi agama, bangsa, dan negara.

Kembali ke daftar artikel
Tautan berhasil disalin!