Tekankan Pentingnya “Jangan Menikah Sebelum Ba’ah” untuk Generasi Muda

Tekankan Pentingnya “Jangan Menikah Sebelum Ba’ah” untuk Generasi Muda

Dibuat pada: 22 Dec 2025

Bagikan Artikel:

Dalam rangka memberikan pemahaman keagamaan yang komprehensif kepada generasi muda, sebuah penyuluhan dari PAC IPNU IPPNU Tanjung Priok berkolaborasi bersama KUA Kecamatan Tanjung Priok, membuat kegiatan bertema “Jangan Menikah Sebelum Ba’ah” diselenggarakan dengan fokus pada kesiapan dalam pernikahan menurut perspektif Islam. Istilah Ba’ah merujuk pada kemampuan seseorang untuk menikah, mencakup kesiapan finansial, fisik, mental, serta kesanggupan memenuhi hak dan kewajiban dalam rumah tangga.

Dalam penyampaian materi dari ustad Faiz Arrauhi S.Hi (Kepala KUA Kecamatan Tanjung Priok), beliau menegaskan bahwa Islam tidak hanya mendorong pernikahan, tetapi menekankan agar pernikahan dilakukan ketika seseorang telah benar-benar siap. Menikah tanpa kesiapan dapat berakibat pada munculnya problem dalam rumah tangga, seperti pertengkaran, ketidakstabilan emosi, hingga ketidakmampuan menjalankan peran sebagai suami/istri secara bertanggung jawab.

Hal ini sejalan dengan Hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:

“Wahai para pemuda, siapa di antara kalian yang sudah mampu (Ba’ah), maka menikahlah.”

Artinya, anjuran menikah diberikan kepada mereka yang telah siap dari berbagai aspek, bukan sekadar karena dorongan nafsu atau keinginan sesaat.

Dalam penyuluhan tersebut juga disampaikan dua potensi akibat negatif jika seseorang menikah hanya karena dorongan sesaat dan tanpa kesiapan, yaitu:

1. Menikah karena nafsu, bukan karena hati — ketika dorongan nafsu hilang, tidak ada lagi yang tersisa dalam pernikahan.

2. Menikah karena ingin, bukan karena mampu — saat kesulitan muncul, pasangan dapat gagal mempertahankan pernikahan.

Melalui kegiatan edukatif ini, ketua PAC IPNU kecamatan Tanjung Priok Rekan Imam Syibro Malisi berharap generasi muda dapat memahami bahwa pernikahan merupakan ibadah besar yang membutuhkan kesiapan matang, bukan sekadar pemenuhan keinginan jangka pendek. Kesiapan Ba’ah diharapkan menjadi prinsip dalam mewujudkan keluarga harmonis, bahagia, dan sakinah.

Penulis: Anita Oktaviani Putri

Kembali ke daftar artikel